Mengapa Tak Perlu ada “Reuni 212”?

0
713
KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D (Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah)

“Jika ingin silaturrahim maka bisa dicari sarana yang lebih efektif yang dapat benar-benar menyatukan umat bukan malah memecah belah keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia”

CHOLILNAFIS.COM, Jakarta-Penjelasana Kiai Cholil Nafis di InewsTV pada 28/11/18 jam 19.00.

Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kiai Cholil Nafis, tidak setuju ada “reuni 212” di Monas Jakarta karena 5 alasan berikut:

  1. Jelas aroma politik mendukung salah satu Capres-Cawapres terasa kental meskipun belum bisa dibuktikan secara hukum.
  2. Istilah reuni tak lumrah dalam memperingati demo. sebab secara ilmiah arti reuni itu menurut Kami Besar Bahasa Indonesia adalah pertemuan kembali (seperti bekas teman sekolah dan sebagainya) setelah berpisah cukup lama.
  3. Memperingati Demo secara terus menerus itu tak ada dasar syariahnya. Agama tak mengajarkan peringatan demonstrasi.
  4. Jika ingin tahajjud bersama itu juga tak dianjurkan dalam Islam kecuali hanya untuk pendidikan. Bukankah tahajjud itu lebih baik di malam hari yang sunyi berdoa dan bersembah hanya kepada Allah SWT., atau juga di masjid bukan di lapangan seperti Monas.
  5. Niat reuni 212 untuk menyatukan umat sungguh kontra produktif. Realitanya acara itu malah memunculkan silang pendapat dan cenderung perpecahan antar umat. Apalagi digunakan untuk menyeleksi siapa-siapa yang loyal kepada satu tokoh tertentu dimana faktanya di Indonesia memiliki banyak tokoh di Ormasnya masing-masing.

Lalu klaim massa 212 tak bisa hanya disandarkan kepada PA 212 karena secara organisasi tak pernah ada pemilihan, keterwakilan bahkan banyak orang yang tulus saat itu ikut demo tak merasa terwakilinya.

Demo 212 yang lalu telah selesai. Karena hukumnya sudah diputuskan, politiknya sudah selesai dipilih secara demokratis dan MUI yang mengeluarkan fatwanya sudah menyatakan selesai. Lalu apa urgensi, relevansi dan manfaatnya demo reuni 212 itu? Jika ingin silaturrahim maka bisa dicari sarana yang lebih efektif yang dapat benar-benar menyatukan umat bukan malah memecah belah keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Link Youtube : 5 Tanggapan Cerdas Kiai Cholil Nafis terkait Reuni 212 | Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here