Catatan Dakwah Kampus

0
163
KH. M. Cholil Nafis

CHOLILNAFIS.COM, Jakarta-Sore ini saya diundang teman-teman pada acara seminar Nasional dan Sekolah Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) se-Indonesia di Universitas Indonesia. Saya diminta berbincang tentang Islam Wasathi (moderat) dan hubungannya dengan negara.

Saya paparkan bahwa Islam itu satu tetapi orang memahami Islam itu bisa beda-beda, sehingga ada yang ekstrim kanan dan ada yang ekstrim kiri. keduanya menyebabkan ketidakseimbangan. Islam sejatinya mencetak umat yang wasathi (moderat). Adil melihat sesuatu sehingga menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Islam menitik beratkan pada penegakan keadilan. Sedangkan sistemnya disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya atau kearifan lokal. Adil secara ekonomi, berarti mendistribusikan kesejahteraan secara proporsional. Yaitu sama rasa tapi tak sama rata sesuai proporsinya. Sedangkan keadilan sosial dan politik ialah sama rasa dan sama rata, tanpa membeda-bedakan golongan apapun.

Indonesia berdasarkan Pancasila sesuai dengan Islam. Dalamp disertasi Prof. Ahmad Sukardja menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah sesuai dengan negara Madinah berdasarkan mistaq 47 pasal yang dipimpin oleh Rasulullah saw. Indonesia negara yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Di akhir statemen saya sampaikan kepada teman-teman LDK seluruh Indonesia agar belajar agama kepada orang yang jelas rekam jejak belajar ilmu agama dan pengamalannya. Mahasiswa yang bergabung di LDK agar menyesuaikan dengan namanya, yaitu kemahasiswaan artinya keilmuan dan dakwah artinya keagamaan. Maka spirit iqra’ (membaca) sebagai sarana intelektualitas harus paralel dengan bismirabbika (ke-Islaman).

LDK harus mampu menjawab tuduhan radikal dengan fakta dan argumentasi tapi tidak perlu emosi. Namun perlu bukti berupa balti kepada negeri dan cinta kepada NKRI. Deklarasi di bawah ini bagian dari buktinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here