Konsultasi Hukum Islam : Hukum Mengubur Dua Mayat atau Lebih dalam Satu Kuburan

0
292
Kiai Cholil Nafs Menjawab Konsultasi Hukum Islam : Hukum Mengubur Dua Mayat atau Lebih dalam Satu Kuburan

Pertanyaan :

            Kiai, karena  sempitnya tempat penguburan di Surabaya ini kadang satu kuburan diisi dua mayat atau lebih, bahkan kuburan yang tidak dirawat oleh ahli warisnya langsung dihilangkan dan diisi dengan yang  mayat baru. Pertanyaanya Kiai, bagaimana hukum mengubur dua mayat atau lebih dalam satu kuburan ? Atas jawaban Kiai saya haturkan terima kasih.

Abdullah, Jl. Pegirian Surabaya

Jawaban :

Bapak H. Abdullah yang saya hormati, para ulama fiqh sepakat bahwa TIDAK BOLEH mengubur dua mayat atau lebih dalam satu kuburan kecuali darurat. Hal ini berdasarkan riwayat dari sahabat Jabir, beliau  berkata : “ Dikubur bersama ayahku seorang lelaki, kemudian hatiku merasa tidak tenang, maka aku keluarkannya dan aku kubur secara terpisah, karena nabi Muhammad tidak mengubur dalam satu kuburan kecuali satu mayat.” ( H.R. Bukhori dan Nasa’i )

Boleh mengubur dua mayat atau lebih  dalam satu kubur itu kalau dalam keadaan darurat dan  mayat  yang lama sudah hancur jadi debu.

Pengertian darurat yaitu kondisi mendesak, seperti banyaknya mayat dan sulit dipisahkan satu dengan yang lain, seperti jenazah syuhada’ Uhud dan beberapa peperangan yang lain  oleh Rasulullah sebagian dikubur dalam satu kuburan. Atau juga karena sempitnya tempat. Seperti di pekuburan Ma’la Makkah  dan Baqi’ di Madinah,      atau Jika mayat yang lama sudah hancur menjadi debu, maka boleh diisi dengan  mayat yang baru atas izin atau permintaan ahli warisnya. (Baca : al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh : II/531)

Bapak H. Abdullah yang saya hormati, adapun di pekuburan Surabaya kalau memang sudah sampai tingkatan darurat karena sempitnya tanah kuburan di Surabaya atau ada kejadian beberapa mayat yang hancur dan tidak bisa dipisahkan, maka boleh dikumpulkan beberapa mayat dalam satu kuburan,  seperti dikuburnya korban kecelakaan pesawat haji beberapa tahun yang lalu dikubur secara bersamaan  dalam  satu kuburan di Ampel.

Atau jika mayat yang lama sudah diyakini hancur dan menjadi debu  baik karena tidak dirawat oleh ahli warisnya atau memang itu makam keluarga dan permintaan ahli warisnya, maka boleh mengumpulkan beberapa mayat dalam satu kuburan baik itu ada hubungan keluarga atau tidak. Wallahu a’lam bisshowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here