Ziarah Kubur : Sebagai Bagian dari Kecerdasan

0
536
Suasana Saat Kiai Cholil dan Kiai Ma'ruf beserta rombongan ziarah ke makam Hadratusyekh Kiai Hasyim asy'ari, Jombang

“Orang mati itu sebenarnya ia tidak mati jiwanya hanya fisiknya saja yang lepas dari rohnya karena ia menikmati dengan anugerah dari Allah Subhanahu wata’ala hanya saja kita saja yang tak tahu”

CHOLILNAFIS.COM, Jakarta-Mati, setiap orang yang berjiwa pasti akan mati. Hanya saja ada orang yang memaknai kematian adalah ketiadaan ada juga yang memaknai kematian adalah sebenarnya kita sedang beristirahat mendapatkan dan menikmati apa yang diupayakan saat hidup di dunia.

Oleh karena itu, terminologi Al-Qur’an menyebutkan orang mati itu sebenarnya ia tidak mati jiwanya hanya fisiknya saja yang lepas dari rohnya karena ia menikmati dengan anugerah dari Allah Subhanahu wata’ala hanya saja kita saja yang tak tahu. Karenanya, orang hidup itu akan selalu betaut dengan yang mati

Orang yang hidup jangan lepas interaksinya dari yang mati dan kematian sebagai bagian dari kecerdasan, bukan takut mati, sehingga kalau ingat mati bisa sadar akan yang membatasi hidup dan bekerja untuk bekal kematiannya. Perintah-Nya, yang masih hidup mendoakan kepada yang sudah mati dan saat melewati kuburanya pun kita menyapanya dengan menyampaikan salam pada saat melewati kuburannya.

Potret Acara Halaqah Nasional, di Tebuireng, Jombang

Alhamdulillah disela-sela acara dan kesibukan sehari-hari sempat Ziarah kubur ke Maqbarah pendiri Nahdlatul Ulama, Kiai Hasyim Asyari yang menurut saya, al-Marhumah tak pernah mati karena ajarannya yang terus hidup di masyarakat dan organisasinya yang menjadi alat perjuangan bagi umat.

Mudah-mudahan kita mendapatkan Barokah dan menjadi pemeluk dan perjuangan Ahlussunnah wal jamaah dan hidup dalam lindungan Allah dan semoa kita selalu ingat akan kematian dan mempersiapkan untuk mati. Amin ya Rab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here