Konsultasi: Hukum Membeli Gelar tanpa Sekolah

0
488
Sumber Gambar Google

Pertanyaan:

Belakangan ini banyak lembaga pemberi gelar menawarkan program pendidikan singkat dengan gelar tertentu. Apakah itu MBA, MBA, dan lain-lain. Bahkan ada yang hanya dengan lancar membayar uang dengan jumlah tertentu, gelar itu sudah bisa didapatkan. Bagaimana hukumnya menurut Islam?

Zakaria, Ponorogo, Jatim

Jawaban:

Mas Naufal  Zakaria yang saya  hormati,  gelar (laqob) dalam budaya ilmiah dan perjuangan sudah sejak zaman dahulu dianugrahkan kepada orang yang berhak. Bahkan Rasulullah  SAW banyak memberi gelar kepada beberapa sahabatnya sesuai dengan dedikasi dan perjuangannya. Sepertin laqob “saifullah al maslul” (pedang terhunus) diberikan kepada seorang sahabat yang pemberani di medan perang  yaitu ‘Kholid ibn Walid’. As-shiddiq (yang paling percaya) diberikan kepada sahabat Aqbdullah  ibn Abi Quhafah ( Abu Bakar) karena kepercayaan yang total kepada Rasulullah SAW ‘Bab al ilmi’ (pintu ilmu ) diberikan kepada sahabat ‘Ali ibn AbiTtholib karena kemampuan ilmunya. ( ana madinatul ilmi wa ‘Alyun babuha)

Bagitu juga dalam sejarah islam selanjutnya banyak orang yang punya keistimewaan dan kepahlawanan  di bidang ilmu dan perjuangan mendapat gelar. Seperti gelar ‘ Al-‘Allamah’ (yang sangat alim), ‘Hujjatul Islam’ (pembela pemikiran islam), ‘Al Hafidz’ (penghafal Al- Qur’an) Al Muhaddits ( ahli hadits) dll.

Di zaman sekarang gelar keilmuan diberikan kepada seseorang sesuai dengan spesifikasi keilmuannya dalam jenjang pendidikan tertentu dari S 1 sampai S 3,  baik itu di bidang ilmu agama, sosial, manajemen, eksak dll.  Nah gelar itu adalah predikat formal secara keilmuan sesuai kemampuan dari yang berhak menyandang gelar itu hanya orang yang punya kemampuan yang sesuai setelah melalui proses study dan ujian yang berlaku, dari itu jika gelar  itu diberikan kepada orang yang tidak sesuai, apa lagi melalui proses yang tidak jujur  baik sistem ujian dan penilaian serta  terjadi “kecurangan ilmiah”, maka itu  suatu bentuk “penipuan ilmiah” yang sangat berbahaya terhadap kridibilitas keilmuan. Akhirnya banyak orang menyandang gelar keilmuan tertentu tetapi tidak punya skil yang sesuai.

Mas Naufal Zakaria  yang budiman, islam tegas melarang segala bentuk kecurangan  dan kebohongan publik seperti itu. Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang curang maka bukan golongan kami.” (H.R. Muslim)  Dari itu tidak pantas seorang muslim membeli gelar hanya untuk kepentingan duniawi, karena dalam tuntunan islam mencari ilmu itu ibadah dan niatnya harus karena Allah bukan untuk pamer kapada manusia (baca : Ihya’ Uluimuddin bab Ilmu).   Gelar keilmuan diperlukan tetapi jauh lebih dibutuhkan adalah kemampuan itu sendiri dan ilmu itupun juga kurang berguna kalau tidak diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah. Wallahu a’lam bisshowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here