Konsultasi: Apakah Tingkah laku Nyeleneh termasuk tanda Waliyullah?

0
1466
Sumber Gambar Google

Pertanyaan :

Ustadz, di kampung saya ada orang yang prilakunya nyeleneh penampilannya beda dengan orang biasanya ucapannya kadang terbukti orang minta kesembuhan bisa langsung sembuh bisa membaca kelakuan orang  lain walaupun dia belum kenal, beliau putra kiai, kata orang waliuullah. Yang menjadi pertanyaan saya, apa arti waliullah itu ? Apa tanda-tandanya yang membedakan dengan orang  biasanya ? Apakah tingkah laku nyeleneh itu termasuk tanda waliullah ? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Ilham Saruji, Sukorejo Asembagus Situbondo

Jawaban :

Mas Ilham Saruji yang saya hormati, arti waliullah menurut al-Sayid al Jurjani dalam kitab Ta’rifaat halaman : 227, “ Dan ‘alwali’ itu adalah orang yang makrifat (mengenal) kepada Allah SWT beserta segala sifat-Nya dengan segala kemampuannya, yang selalu tekun melaksanakan taat, menjauhkan kemaksiatan dan berpaling dari bersenang-senang dalam kelezatan dan syahwat.”

As-Syeikh Abdul Qosim al Qusyairi menjelaskan tentang ‘alwali’, bahwa  kata ‘alwalii’ bisa jadi sifat mubalaghoh dari isim fail ‘al waali’ yang artinya  “orang yang selalu taat kepada Allah tanpa dicampuri maksiat.” Atau alwalii  bermakna maf’ul, yang artinya “ Orang yang dijaga oleh Allah dari perbuatan maksiat dan dia selalu taat kepada Allah.” (al-Risalah al-Qusyairiah : 160)

Jadi kriteria seorang itu disebut ‘waliullah’ sesuai penjelasan para ulama kalau memenuhi hal-hal berikut ini :

  1. Orang beriman yang selalu taat kepada Allah.
  2. Tidak berbuat maksiat apa lagi yang haram yang makruhpun tidak.
  3. Menahan diri dari kelezatan dunia dan syahwat.

Kalau memenuhi kriteria tersebut maka bisa  disebut Waliullah dan Allah memberikan keistimewaan kepadanya  dengan beberapa anugerah walaupun tanpa usaha sebagai tanda yang membedakan dengan orang biasanya dan sebagai  bekal da’wah, di antaranya :

  1. Tidak pernah punya rasa takut kepada selain Allah.
  2. Tidak pernah merasa sedih atas apa yang menimpa pada dirinya.
  3. Mendapatkan ‘BUSYRO’ di dunia dan di akhirat.

Tanda-tanda waliullah dan anugerah Allah  ini dijelaskan oleh Allah SWT, dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat : 62-64 : “Perhatikanlah bahwa para waliullah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka itulah orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa. Bagi mereka ‘berita gembira’ di dalam kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.”

Kata ‘BUSYROO’ (berita gembira) di dunia  dalam ayat itu ada beberapa penafsiran dari para ulama, di antaranya adalah berarti pujian yang baik dan kecintaan makhluk kepadanya. Sesuai sabda Rasulullah SAW, “ Dikatakan orang kepada Rasulullah SAW, “ Bagaimana pendapat baginda Rasul tentang seorang  yang melakukan amal kebajikan dan ia beroleh pujian manusia ?” Rasul bersabda : “ Itulah yang dia dapatkan berupa kabar gembira (busyroo) seorang beriman.”

‘Busyroo’, juga ada yang menafsirkan tampaknya karomah (keramat) dan tercapai dengan mudah atas semua yang diinginkan serta setiap berharap si hamba (waliullah) yang dicitai itu terhadap suatu urusan maka dengan segera dan mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Mas Ilham Saruji yang budiman, suatu kejadian nyeleneh yang di luar kebiasaan manusia (amrun khoriqun lil’adah) termasuk yang anda ceritakan di kampung anda  itu,  harus dilihat dahulu siapa pelakunya. Kalau kejadian nyeleneh itu dilakukan oleh Nabi, maka itu mukjizat, kalau dilakukan oleh wali itu karomah, kalau dilakukan oleh orang sholeh itu ma’unah, tapi kalau dilakukan oleh orang kafir atau ahli maksiat itu istidrooj atau sihir.

Nah, apa yang anda lihat di kampung anda itu jangan hanya dilihat kejadiannya tetapi  coba perhatikan prilaku sehari-harinya dia, kalau ia termasuk orang yang taat kepada Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya mungkin itu ma’unah atau bahkan karomah sebagai  tanda ‘waliullah’. Tetapi kalau  dia suka maksiat dan tidak taat kepada Allah mungkin itu istidroj atau sihir sebagai tanda wali syetan yang terkutuk. Wallahu a’lam bisshowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here