Konsultasi: Hukum Salat dengan Rukuh Terkena Air Liur Waktu Tidur

0
501
Ilustrasi Gambar/Google

Pertanyaan:

Ustadz, kadang kalau selesai salat saya berbaring dan tertidur  dalam keadaan memakai rukuh, waktu tidur tidak terasa keluar air liur yang mengenai rukuh saya sampai ngecap kuning. Yang saya tanyakan, najiskah rukuh saya yang terkena liur ? Apakah boleh dipakai untuk salat? Mohon penjelasannya ustadz, terima kasih.

 Eny Koeswati, Jl. Lasem surabaya

Jawaban:

            Ukhti Eny Koeswati yang saya hormati, di antara syarat sahnya salat adalah harus suci dari najis dan hadats. Suci dari najis baik badan, pakaian dan tempatnya.

            Barang najis itu ada yang ringan (mukhoffafah) seperti kencing bayi lelaki yang belum makan nasi, cara membersihkannya cukup disiram dengan air yang suci melebihi jumlah kencing sudah menjadi suci kembali. Ada najis yang berat (mogholladzoh) seperti najisnya anjing, cara mencucinya harus disiram tujuh kali di antaranya harus dicampur debu. Dan ada najis yang sedang-sedang (mutawassithoh) seperti kotoran hewan, manusia, setiap sesuatu yang cair yang keluar dari perut manusia,  darah dan lain-lain, cara mencucinya harus dibasuh dengan air yang suci sampai hilang bau, warna dan rasanya.

Air liur adalah air yang keluar  melaui mulut manusia pada saat tidur. Apakah ini najis ? Ditafsil. Jika air liur itu keluar dari lambung atau perut (maiddah) maka hukumnya najis. Tetapi kalau hanya keluar dari tenggorokan saja maka air liur itu tidak najis.  Syeikh Muhammad Nawawi al Jawi al Banteni menjelaskan, “ Air yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur (air liur) itu najis jika keluar dari lambung atau perut (maiddah), seperti keluarnya berwarna kuning dan kental. Tetapi tidak najis kalau keluar dari selain lambung atau ragu apakah dari lambung atau tidak, maka itu suci. Ya, kalau seorang kena cobaan dengan selalu mengeluarkan  air liur tanpa bisa ditahan itu  dimaafkan  dan tidak najis.” ( Nihayatuzzen : 40)

Ukhti Eny Koswati,  jika Anda selesai salat tertidur dan kepala rata dengan badan tidak pakai bantal maka sangat mungkin air liur yang keluar -jika kental dan berwarna ke kuning-kuningan- itu dari perut dan jika mengenai badan atau rukuh  itu najis dan kalau rukuhnya najis maka tidak sah digunakan untuk salat. Tetapi jika Anda tidur memakai bantal yang kepala lebih tinggi dari badan serta  air liur yang keluar berwarna bening mungkin itu hanya keluar dari teggorokan maka itu suci tidak najis dan boleh dipakai salat. Namun alangkah baiknya kalau rukuhnya terkena iar liur segera dicuci sebelum dipakai salat lagi dan ketika salat pakailah pakaian yang paling baik dan bersih demi melaksanakan firman Allah SWT dalam surat al- A’raf ayat : 31, “  Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. (salat, tawaf  dan ibadah lain).” Wallahu a’lam bisshwab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here