Konsultasi: Qunut Nazilah, Sebab dan Waktunya

0
682
Sumber Gambar Google

Pertanyaan :

            Ustadz, beberapa organisasi islam dan para ulama menagnjurkan kita  melaksanakan do’a dan Qunut Nazilah berkenaan terjadinya  invasi Amerika dan Inggeris ke Irak. Yang saya tanyakan ustadz, apa hukum Qunut Nazilah, apa sebab  dan  kapan dilaksanakanya serta apa do’a yang dibaca ? Atas jawaban ustadz saya haturkan terima kasih.

Syamsul Ma’arif, Bungatan Situbondo

Jawaban :

             Mas Syamsul Ma’arif yang dimuliakan Allah SWT, Qunut Nazilah maksudnya do’a yang dilaksanakan setelah ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir. Hukumnya sunnah hai’ah bukan sunah ‘ab’dl kalau ketinggalan tidak harus sujud sahwi. Sebab dilaksanakannya karena  ada kejadian yang menimpa kaum muslimin (tidak selamanya) seperti bencana, paceklik, wabah penyakit, rasa takut, peperangan (invasi A.S. ke Irak) dan lainnya.

            Hal ini sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah. Beliau pernah membaca do’a Qunut Nazilah selama satu bulan atas kejadian terbunuhnya para shahabat qurra’ di sumur Ma’unah. dan juga di riwayatkan dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah kalau hendak mendo’akan untuk kebaikan seseorang atau do’a atas kejahatan seseorang, maka beliau berqunut setelah ruku’. (H.R. Ahmad dan al-Bukhori)

            Waktu  pelaksanaan Qunut Nazilah ada beberapa pendapat ulama :

  • Pertama, Menurut pendapat imam Hanafi ; Qunut Nazilah hanya dilaksanakan pada salat jahriyah saja (maghrib, isya’ dan subuh)
  • Kedua, Pendapat  imam Hanbali ; Qunut Nazilah dapat dilaksanakan di setiap salat lima waktu kecuali    salat Jum’at, karena dalam salat Jum’at sudah dibacakan do’a untuk kaum muslimin pada waktu khutbah.
  • Ketiga : Pendapat Imam Syafi’i dan Maliki ; bahwa Qunut Nazilah dapat dilaksanakan dalam setiap salat lima waktu dan salat Jum’at tanpa kecuali. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw berqunut selama sebulan penuh secara terus menerus pada waktu dzuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh atas dibunuhnya 70 fuqoha’  yang dikirim ke kampung bani Sulaim dari kabilah Ri’li, Dzakwan dan  Ushoyyah. (HR. Abu Daud dan Ahmad)

            Sedangkan do’a yang dibaca disesuaikan dengan apa yang sedang terjadi dengan menggunakan bahasa arab atau do’a yang ma’tsuroh   sebagaimana  yang dicontohkan oleh Nabi dan para shahabat. Seperti do’a yang pernah dibaca oleh Sayyidina Umar bin Khottob: “ Allahummaghfir lilmu’minina wal mu’minaat wal muslimina walmuslimaat wa allif baina qulubihim  wa ashlih dzata bainahum  wanshurhum ‘ala ‘aduwika wa ‘aduwihim  Allohumma ‘al’in kafarota ahlilkitab  alladzina yukaddzibuna rusulaka  wa yaqotuluna auliaaka  Allohumma kholif baina kalimaatihim  wa zalzil aqdamahum  wa anzil bihim ba’saka alladzi laa yaruddu anil qoumilmujrimiin  bismillahirrahmanirrahim  allahumma inna nasta’inuka.”

            Artinya : “ Yaa Allah ampunilah kaum mukminin dan mukminnat muslimin dan muslimaat, satukanlah hati mereka, damaikanlah antara mereka, bantulah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka. Yaa Allah kutuklah orang-orang kafir ahli kitab yang mereka mendustakan utusan-Mu dan membunuh para wali-Mu. Yaa Allah pecah belahlah antar kalimat ( kesepakatan ) mereka, goncangkanlah telapak kaki ( kekuatan ) mereka  dan turunkanlah kepada mereka bencana  yang tidak dapat ditolak dari orang-orang yang  jahat. Dengan menyebut asma Allah  yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yaa Allah kami mohon pertolongan-Mu. ” (al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. I/817)

            Mas Syamsul Ma’arif yang saya hormati. Dalam rangka solidaritas kita terhadap sesama muslim di Irak yang sedang diserang oleh penjahat biadab dan teroris internasional Amerika  dan sekutunya, mari kita peduli dengan segala kemampuan kita termasuk dengan do’a dan Qunut Nazilah. Semoga kejayaan bagi kaum muslimin dan kehancuran bagi kaum kafiirin. Amiiin yaa Mujibassaailiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here